MARA Holdings secara resmi telah menulis ulang strategi Bitcoin mereka, dengan memperluas kebijakan treasury untuk mengizinkan penjualan Bitcoin yang disimpan langsung dalam neraca perusahaan.
Langkah ini menimbulkan pertanyaan apakah Strategy (MicroStrategy) akan ikut melakukan hal yang sama, karena MARA adalah perusahaan publik kedua terbesar setelah perusahaan milik Michael Saylor dalam hal kepemilikan BTC.
Keputusan ini, dijelaskan dalam dokumen tahunan 10-K yang diajukan ke US SEC pada 2 Maret 2026, menandai pertama kalinya MARA secara eksplisit mengizinkan likuidasi cadangan treasury mereka.
Ini adalah pergeseran tajam dari sikap “full HODL” sebelumnya, sehingga kerangka hukum untuk melikuidasi seluruh cadangan perusahaan sudah diterapkan. Namun, hingga kini belum ada pengumuman penjualan secara langsung.
Pada waktu publikasi, MARA memegang 53.822 BTC, senilai US$3,59 miliar berdasarkan harga saat ini sebesar US$66.565 per BTC. Ini menjadikan MARA sebagai pemegang Bitcoin korporasi publik terbesar kedua, di belakang Strategy, yang saat ini memegang 720.737 BTC.
Sekitar 72% dari kepemilikan MARA (38.507 BTC) masih tersimpan di treasury jangka panjang tanpa adanya pembatasan. Sisanya, sekitar 28% atau sekitar 15.315 BTC, telah “diaktifkan” dan dikelola lewat program manajemen aset digital milik perusahaan.
Dari jumlah tersebut, 9.377 BTC dipinjamkan dan menghasilkan US$32,1 juta sebagai pendapatan bunga pada tahun 2025, sedangkan 5.938 BTC dijadikan jaminan untuk fasilitas kredit senilai US$350 juta.
Dikombinasikan dengan kas sebesar US$547 juta, MARA memiliki aset likuid sekitar US$5,3 miliar.
Salah satu kekhawatiran utama saat ini, lebih dari 53.000 BTC milik MARA berpotensi menjadi tambahan pasokan di pasar yang sudah rapuh. Hal ini menjadi perhatian jika tekanan pada para miner makin meningkat.
Perubahan ini merangkum pergeseran yang berlangsung bertahap, mengikuti laporan 10-K MARA tahun 2024, yang menjelaskan kebijakan ketat untuk mempertahankan seluruh Bitcoin hasil mining dan pembelian “untuk masa mendatang.”
Pada paruh kedua tahun 2025, MARA mulai menjual BTC baru hasil mining demi membiayai operasional, melepas 4.076 BTC dengan hasil penjualan senilai US$413,1 juta.
Ekspansi tahun 2026 ini kini memperluas fleksibilitas itu ke seluruh cadangan neraca perusahaan. Perubahan kebijakan ini terjadi setelah kuartal keempat yang penuh gejolak.
MARA mencatat rugi bersih US$1,7 miliar pada Q4 2025, sebagian besar disebabkan oleh penyesuaian nilai wajar non-tunai karena harga Bitcoin turun sekitar 30% di akhir 2025. Perusahaan juga membukukan penurunan nilai wajar dan penurunan nilai aset digital sebesar US$422,2 juta.
Penting untuk dicatat, MARA baru-baru ini membentuk usaha patungan dengan Starwood Capital untuk membangun pusat data AI dan komputasi berkinerja tinggi, dengan memanfaatkan infrastruktur energi miliknya.
Monetisasi Bitcoin bisa mendanai transisi “energi ke AI” tersebut tanpa harus melakukan penerbitan saham baru sehingga tidak menambah dilusi bagi para pemegang saham.
Berbeda dengan MARA, Strategy masih memandang Bitcoin sebagai “aset cadangan utama di treasury” dan baru-baru ini justru menambah jumlah BTC mereka.
Pimpinan perusahaan menegaskan penjualan hanya akan dilakukan jika terjadi kebutuhan likuiditas ekstrem, dan bukan sebagai alat alokasi modal untuk mengambil peluang pasar.
Pada harga Bitcoin saat ini, Strategy mendapat tekanan jangka pendek, terutama karena kerugian yang belum terealisasi dari cadangan Bitcoin perusahaan yang besar.
Pergeseran strategi MARA ini nampaknya khusus berlaku untuk miner dan tidak berdampak langsung ke seluruh industri. Meskipun begitu, langkah ini sangat simbolis. Cadangan Bitcoin korporasi dulu dipandang sebagai penyerap pasokan secara permanen.
Form 10-K milik MARA menunjukkan pendekatan yang semakin dewasa, di mana Bitcoin bukan hanya modal keyakinan, tapi juga instrumen neraca yang dinamis.
Meski demikian, pasar kini akan memantau laporan 8-K dan laporan triwulanan di masa depan, serta arus di jaringan, untuk melihat uji nyata pertama atas fleksibilitas tersebut.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Langganan channel YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin dan jurnalis memberikan wawasan ahli

