Cryptoharian – Harga Bitcoin (BTC) saat ini sedang menguji level penting di sekitar US$ 74.000, yang menurut salah satu analis kripto di media sosial X bernama ‘Minga’, merupakan area ketidakseimbangan mingguan pertama.
Dalam grafik analisa timeframe 4 jam, Minga menjelaskan bahwa reaksi harga di level ini akan sangat menentukan arah pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek.
“Jika Bitcoin mengalami penurunan harga di area US$ 71.400 dalam sesi harian berikutnya, maka pasar berpotensi kembali bergerak turun,” ungkap Minga.
Dalam skenario tersebut, harga diperkirakan bisa turun menuju area US$ 68.000 hingga US$ 67.000, di mana likuiditas mulai terbentuk pada timeframe yang lebih rendah.
Area ini dianggap sebagai zona penting yang berpotensi menarik harga jika tekanan jual kembali meningkat.
“Namun sebaliknya, jika Bitcoin berhasil merebut kembali level US$ 71.400 dan bertahan di atasnya, maka peluang kenaikan akan terbuka,” ujarnya.
Dalam kondisi tersebut, harga berpotensi bergerak naik untuk mengambil likuiditas di sekitar puncak lokal US$ 74.000.
Menariknya, level tersebut juga bertepatan dengan level terendah candle tahunan sebelumnya, sehingga area resistensi penting bagi pasar.
Minga juga menyoroti bahwa US$ 68.800 merupakan level penting yang perlu diperhatikan menjelang penutupan minggu ini.
“Jika Bitcoin menutup minggu di bawah level tersebut, maka kemungkinan penurunan lebih lanjut pada minggu berikutnya akan meningkat secara signifikan” kata Minga.
Menurut analisis tersebut, pasar Bitcoin saat ini memiliki dua magnet likuiditas utama, yakni di sisi bawah sekitar US$ 65.000, yang merupakan area likuiditas dekat level terendah mingguan.
Sedangkan di sisi atas, yakni sekitar US$ 74.000 yang menjadi puncak lokal saat ini.
“Jika Bitcoin terlebih dulu bergerak naik menuju area atas, pergerakan tersebut kemungkinan hanya menjadi shakeout terakhir sebelum harga kembali turun,” paparnya.
Baca Juga: Bitcoin Outperform Emas dan S&P 500, Ini Penyebabnya
Sementara itu, menurut analis lain yakni Daan Crypto Trades, Bitcoin saat ini masih bergerak dalam rentang sempit dan membuat pasar tidak memiliki arah yang jelas. Dalam analisanya, pergerakan Bitcoin kemungkinan akan tetap berada dalam range US$ 62.000 hingga US$ 72.000 untuk sementara waktu.
“Dua level utama itu adalah peringatan harga, karena keduanya menjadi batas penting bagi arah pergerakan Bitcoin berikutnya,” tulis Daan.
Daan menjelaskan bahwa selama harga Bitcoin masih berada di antara US$ 62.000 dan US$ 72.000, pasar cenderung bergerak tidak stabil dan sulit diprediksi.
Kondisi seperti ini sering disebut sebagai choppy market, yakni ketika harga bergerak naik turun dalam range waktu sempit tanpa tren yang jelas. Ia menilai fase seperti ini bisa berlangsung cukup lama.
“Range seperti ini bisa dengan mudah berlangsung selama beberapa minggu lagi sebelum akhirnya terjadi breakout,” tuturnya.
Dalam situasi pasar seperti sekarang, Daan menyarankan trader untuk bersabar dan menunggu konfirmasi arah pasar. Dirinya mengatakan bahwa mencoba menebak pergerakan harga di dalam range tersebut justru dapat membuat trader terjebak dalam volatilitas jangka pendek.
“Trader sebenarnya tidak akan kehilangan banyak peluang dengan menunggu hingga harga menembus salah satu level penting tersebut,” pungkas Daan.


