Wawasan Utama:
- Berita stablecoin menunjukkan 74% pemimpin menggunakan stablecoin untuk efisiensi arus kas.
- Perusahaan FinTech memimpin adopsi, dengan 31% mengumpulkan dan 29% menerima pembayaran stablecoin.
- 89% memprioritaskan kustodian karena institusi mencari infrastruktur aset digital yang aman dan terintegrasi.
Berita stablecoin semakin mendapat perhatian, dengan data survei baru menunjukkan pergeseran dalam cara institusi keuangan mendekati aset digital. Survei Ripple tahun 2026 terhadap lebih dari 1.000 pemimpin keuangan global menunjukkan bahwa stablecoin tidak lagi hanya dipandang sebagai alat pembayaran.
Sebaliknya, banyak institusi kini memposisikannya sebagai instrumen untuk mengelola likuiditas dan meningkatkan efisiensi arus kas.
Temuan ini menunjukkan perubahan strategi yang lebih luas di seluruh bank, manajer aset, perusahaan fintech, dan korporasi. Khususnya, 72% responden mengatakan bahwa menawarkan solusi aset digital kini diperlukan untuk tetap kompetitif. Pada saat yang sama, stablecoin muncul sebagai kasus penggunaan utama dalam pasar yang berkembang ini.
Berita Stablecoin Menyoroti Pergeseran Menuju Manajemen Treasury
Berita stablecoin yang mencakup survei menunjukkan bahwa 74% pemimpin keuangan melihat stablecoin sebagai alat untuk manajemen arus kas. Responden menunjuk pada kemampuan mereka untuk membuka modal kerja dan meningkatkan operasi treasury. Ini menandai pergeseran dari kasus penggunaan sebelumnya yang terutama berfokus pada pembayaran.
Selain berita stablecoin, pemimpin keuangan mengidentifikasi penyelesaian yang lebih cepat sebagai manfaat pendukung. Namun, mereka menekankan peningkatan efisiensi dalam mengelola likuiditas daripada kecepatan transaksi saja. Akibatnya, stablecoin semakin terintegrasi ke dalam fungsi treasury daripada terbatas pada jalur pembayaran.
Pergeseran ini sejalan dengan tren yang lebih luas di seluruh institusi yang disurvei. Banyak responden menunjukkan bahwa aset digital kini memainkan peran fungsional dalam operasi keuangan. Akibatnya, stablecoin bergerak ke area yang lebih konservatif seperti manajemen treasury.
Perusahaan Fintech Mempercepat Adopsi di Berbagai Kasus Penggunaan – Berita Stablecoin
Statistik survei menunjukkan bahwa perusahaan fintech adalah yang paling aktif dalam membangun adopsi di berbagai aplikasi aset digital. Proporsi fintech yang lebih tinggi mendokumentasikan penggunaan aset digital dalam kegiatan treasury dan pembayaran dibandingkan bank atau korporasi. Ini menempatkan mereka sebagai pemimpin dalam mengintegrasikan stablecoin.
Secara khusus, 31% perusahaan fintech menerima pembayaran melalui stablecoin. Sementara itu, 29% telah menerima stablecoin sebagai metode pembayaran.
Fintech juga cenderung membangun lebih banyak solusi internal. Sekitar 47% lebih suka mengembangkan infrastruktur mereka sendiri. Sebaliknya, 74% korporasi berencana mengandalkan mitra eksternal untuk implementasi.
Kustodian dan Infrastruktur Membentuk Keputusan Institusional
Berita stablecoin juga menunjukkan pentingnya kustodian dan infrastruktur dalam strategi aset digital. Di antara responden yang mengevaluasi mitra tokenisasi, 89% mengidentifikasi kustodian sebagai prioritas utama. Ini menunjukkan fokus yang kuat pada penyimpanan aset yang aman.
Bank dan manajer aset juga fokus pada penambahan lapisan layanan. Misalnya, layanan token dan manajemen siklus hidup disorot oleh 82% bank. Sementara itu, 80% manajer aset fokus pada kemampuan distribusi primer.
Berita stablecoin juga menunjukkan bahwa layanan penasihat memainkan peran kunci. Sekitar 85% bank menghargai dukungan strukturisasi pra-penerbitan, dibandingkan dengan 76% manajer aset. Ini menyiratkan bahwa institusi mencari panduan selain infrastruktur teknis.
Survei juga mencakup preferensi untuk mengadopsi pembayaran stablecoin. Di antara orang-orang yang ingin mengumpulkan atau membayar dengan stablecoin, 57% tertarik pada solusi kustodian dan kepatuhan terintegrasi. Ini berarti mereka tidak perlu memegang saldo stablecoin secara langsung.
Di luar kustodian, institusi lebih menyukai penyedia layanan terkonsolidasi. Lebih dari setengah fintech dan institusi keuangan lebih menyukai solusi satu atap. Di antara korporasi, preferensi ini meningkat menjadi 71%.
Responden juga mengidentifikasi kekhawatiran penting dalam pemilihan mitra. Ini adalah kejelasan regulasi di 40%, keamanan di 37%, dan kepatuhan di 30%. Volatilitas harga berada di 29%, karena pasar masih dalam pertimbangan.
Sumber: https://www.thecoinrepublic.com/2026/03/20/stablecoin-news-finance-leaders-shift-focus-to-cash-flow-strategies-in-2026-survey/



