Ketua BitMine, Tom Lee, menyatakan bahwa perusahaan meyakini Ethereum (ETH) sedang berada di “tahap akhir” dari mini-crypto winter.
Ia pun memaparkan bahwa perusahaan terus meningkatkan pembelian ETH selama tiga minggu terakhir.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real time
Ketua BitMine itu juga menyoroti reli ETH sebesar 18% sejak perang Iran dimulai. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua itu mengungguli pasar saham dengan selisih 2.450 basis poin.
Sementara itu, emas, yang secara tradisional merupakan aset safe haven, justru turun lebih dari 15%. Ia menegaskan bahwa aset kripto sedang membuktikan diri sebagai “penyimpan nilai masa perang yang kredibel” di tengah konflik geopolitik.
Pada ranah regulasi, Lee menandai kemajuan Clarity Act yang terus bergerak maju di Kongres. Prediksi di pasar seperti Polymarket menunjukkan peluang lebih dari 68% aturan ini lolos sebelum akhir tahun.
BitMine adalah holder ETH perusahaan terbesar di dunia, dengan jumlah kepemilikan 4,66 juta token, atau 3,86% dari total pasokan. Selain ETH, perusahaan ini juga memiliki 196 BTC, kepemilikan di Beast Industries senilai US$200 juta, saham di Eightco Holdings senilai US$95 juta, dan kas sebesar US$1,1 miliar. Total aset BitMine kini mencapai US$11 miliar.
ETH diperdagangkan di US$2.138 pada saat publikasi, naik 3,6% dalam 24 jam setelah ada kabar bahwa Presiden Donald Trump menunda rencana serangan pada infrastruktur energi Iran.
namun, Iran membantah narasi Trump mengenai pembicaraan tersebut. Apakah kondisi geopolitik ini akan menjaga reli tetap berlangsung, masih menjadi pertanyaan terbuka bagi bull ETH maupun untuk tesis BitMine bahwa tren penurunan telah berakhir.
Berlangganan kanal YouTube kami untuk melihat pemimpin industri dan jurnalis berbagi wawasan ahli


