- Trader kini melihat peluang hampir 47% untuk kenaikan suku bunga Fed di 2026, sementara pemotongan suku bunga telah memudar menjadi 0.
- Pasar mengharapkan Fed mempertahankan suku bunga stabil mendekati 3,5%–3,75%.
- Meningkatnya imbal hasil Treasury dan harga minyak memperketat kondisi, memberikan tekanan pada pasar kripto.
Trader Crypto Rover melaporkan di X bahwa peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve di 2026 telah meningkat menjadi 46,9%. Pada saat yang sama, ekspektasi untuk pemotongan suku bunga telah turun menjadi nol. Trader kini mengharapkan Fed mengambil pendekatan "tunggu dan lihat" sebelum membuat langkah kebijakan besar.
Alat CME FedWatch menunjukkan bahwa suku bunga kemungkinan akan tetap berada di antara 3,50% dan 3,75% hingga pertengahan 2026. Untuk bulan April, pasar memberikan peluang 96% bahwa suku bunga akan tetap stabil. Kepercayaan tersebut sedikit menurun pada Juni dan Juli, tetapi trader masih melihat sangat sedikit kemungkinan pemotongan.
"Komite akan dengan hati-hati menilai data yang masuk, prospek yang berkembang, dan keseimbangan risiko," kata FOMC baru-baru ini.
Pergeseran Bertahap dalam Ekspektasi Suku Bunga
Saat 2026 bergerak maju, peluang suku bunga yang sedikit lebih tinggi mulai meningkat. Pada September dan Oktober, pasar melihat risiko sedang suku bunga mencapai 3,75%–4,00%. Namun, skenario yang paling mungkin mempertahankan suku bunga di sekitar kisaran pertengahan 3%. Para ahli mengatakan bahwa Fed kemungkinan akan menjaga kebijakan ketat tetapi stabil, mengingat inflasi yang berkelanjutan dan ekonomi yang tangguh.
Data Polymarket mendukung pandangan ini. Hasil "0 pemotongan" mendominasi, sementara satu pemotongan hanya memiliki peluang 25%. Dua pemotongan turun menjadi 18%, tiga pemotongan menjadi 10%, dan empat pemotongan hampir tidak mencapai 4%. Akibatnya, investor mengharapkan pendekatan yang lambat dan bertahap daripada pelonggaran yang agresif.
Chloe, seorang peneliti di HTX Research, mengatakan, "Lingkungan pasar telah bergerak dari 'selera risiko yang didorong oleh FX dan ekspektasi' menjadi 'beban yang berasal dari suku bunga lebih tinggi untuk lebih lama, guncangan energi, dan likuiditas yang menyusut.'
Riak Pasar dan Faktor Global
Imbal hasil Treasury AS naik, dengan 30 tahun di 4,972% dan 10 tahun di 4,458%. Imbal hasil yang meningkat menunjukkan penjualan obligasi saat trader mempertimbangkan sinyal Fed yang hati-hati. Harga minyak juga melonjak setelah Presiden Trump memperpanjang jeda serangan fasilitas energi. Minyak mentah Brent naik 2,56% menjadi $110,65, sementara WTI naik 2,8% menjadi $100,20 per barel.
Kondisi keuangan kini memberikan tekanan pada aset berisiko. Chloe mencatat, "Aset berisiko tinggi dan proyek yang kekurangan arus kas yang berarti mungkin menghadapi tekanan yang relatif lebih besar." Bitcoin tetap stabil, tetapi Ethereum kesulitan menarik modal, dan sebagian besar altcoin terus turun.
Pasar mengawasi dengan cermat data ekonomi AS dan sinyal Bank of Japan untuk mengukur langkah selanjutnya.
Terkait: Fed Mengonfirmasi Jeda CBDC Sambil Memperluas Pengawasan Aset Digital
Penafian: Informasi yang disajikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan pendidikan. Artikel ini tidak merupakan nasihat keuangan atau nasihat dalam bentuk apa pun. Coin Edition tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul sebagai akibat dari pemanfaatan konten, produk, atau layanan yang disebutkan. Pembaca disarankan untuk berhati-hati sebelum mengambil tindakan apa pun terkait perusahaan.
Sumber: https://coinedition.com/fed-rate-hike-odds-surge-to-46-9-as-cuts-drop-to-zero/




