SEC AS saat ini memperbolehkan broker-dealer menggunakan lebih banyak jenis saham—khususnya, kumpulan saham perusahaan besar AS dari indeks Russell 1000 dan S&P 500—sebagai jaminan saat meminjam efek dari investor institusi besar.
Sebelumnya, perusahaan hanya bisa memakai aset yang lebih aman dan tradisional seperti uang tunai, obligasi pemerintah AS, atau jaminan bank sebagai jaminan. Dengan aturan baru ini, mereka sekarang juga bisa memakai portofolio saham utama yang terdiversifikasi. Perubahan ini memberi broker-dealer lebih banyak fleksibilitas untuk mengumpulkan dana dan mengatur perdagangan.
Sebelumnya, Aturan 15c3-3 di bawah Exchange Act membatasi jaminan yang diterima hanya pada instrumen-instrumen tertentu saja. Broker-dealer yang meminjam efek ekuitas dari klien institusi untuk menutup transaksi gagal atau short sale hanya memiliki fleksibilitas terbatas dalam menjaminkan pinjaman tersebut.
Aturan baru memperkenalkan “Eligible Equity Collateral”, yang diartikan sebagai kumpulan terdiversifikasi dari sekuritas margin nasabah jangka panjang atau sekuritas milik akun propriety broker-dealer, yang diambil dari indeks Russell 1000 dan S&P 500.
ETF (exchange-traded fund) tanpa leverage yang mengikuti indeks tersebut juga memenuhi syarat.
Hanya “Qualified Institutional Securities Lenders” yang boleh mengakses mekanisme jaminan ini. Kriteria agar bisa memenuhi syarat adalah:
Broker-dealer harus melakukan over-collateralize pinjaman sebesar 1% untuk sekuritas dalam mata uang utama seperti Euro, Poundsterling, Franc Swiss, Dolar Kanada, dan Yen Jepang, serta 5% untuk mata uang lainnya.
Semua jaminan yang dijaminkan harus disimpan di bank atau broker-dealer yang terdaftar.
Kedua belah pihak harus sepakat pada standar konsentrasi dan diversifikasi. Jaminan akan dinilai sesuai harga pasar setiap hari, dan ada masa tenggang lima hari kerja jika suatu sekuritas atau pemberi pinjaman tidak lagi memenuhi kriteria kelayakan.
Komisi juga menunjukkan adanya panduan terkoordinasi bagi pelaku pasar dengan menerbitkan, bersamaan dengan keluarnya aturan ini, surat interpretatif staf untuk:
Komisi memilih sekuritas Russell 1000 dan S&P 500 karena tingkat likuiditas yang tinggi, volatilitas yang rendah, kedalaman pasar, dan skala perusahaan penerbitnya yang besar.
Apakah pelaku pasar pinjaman efek akan benar-benar memakai kerangka baru ini secara luas akan terlihat lebih jelas dalam beberapa bulan ke depan.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung


