Cryptoharian – Sentimen pasar terhadap Ethereum (ETH) melemah tajam. Di platform prediksi Myriad, mayoritas pengguna kini menilai peluang ETH turun ke US$ 2.500 lebih dulu sebelum kembali menyentuh, US$ 4.000 berada di 62,5 persen.
Pergeseran ini terjadi dengan cepat. Baru beberapa hari sebelumnya, posisi bulls dan bears masih relatif seimbang, dan bahkan sempat ada periode ketika pasar memberi peluang lebih besar bagi Ethereum untuk pulih ke US$ 4.000.
Perubahan ekspektasi itu muncul saat harga Ethereum benar-benar sedang tertekan. Pada saat berita ini ditulis, Ethereum berada pada level US$ 3.008. Angka ini mencerminkan penurunan sebesar 10,6 persen dalam sepekan. Di sesi sebelumnya, ETH sempat jatuh di bawah US$ 2.900.
Namun di balik pesimisme jangka pendek, ada sinyal yang menunjukkan sentimen jangka panjang di level jaringan belum ikut runtuh. Pada 19 Januari, antrean validator yang ingin keluar (exit queue) sempat menjadi nol.
Hal ini penting, karena sejak Ethereum beralih ke proof of stake pada 2022, keamanan jaringan bergantung pada validator yang mengunci 32 ETH untuk menjalankan tugas memvalidasi transaksi. Keluar dari peran validator bukan hal yang instan karena jaringan membatasi kecepatan masuk dan keluar agar tidak terjadi eksodus mendadak yang bisa mengganggu stabilitas.
Baca Juga: Bitcoin dan Ethereum Disebut ‘Heavy Shorted’, Pasar Waspada Volatilitas
Fakta bahwa exit queue sempat kosong memberikan kesan bahwa, setidaknya saat itu tidak ada gelombang besar validator yang buru-buru menarik dana.
Meski begitu, situasinya kini mulai bergerak lagi. Exit queue tercatat naik ke 94, tetapi angkanya masih sangat kecil dibandingkan antrean calon validator yang disebut mencapai 2.816.860, dengan waktu tunggu sekitar 40 hari.
Pendiri Curve dan Yield Basis, Michael Egorov menilai tetap ada risiko jika harga terus melemah, terutama jika sebagian validator perlu menjual aset untuk kebutuhan likuiditas. Namun, ia menyebut hal seperti itu cenderung jarang.
Risiko yang lebih realistis justru muncul ketika staked ETH digunakan sebagai jaminan, karena dalam kondisi pasar bearish, sebagian pihak bisa memilih menjual aset “staked” di pasar sekunder ketimbang menunggu proses unstake. Likuiditas staked ETH di pasar sekunder memang relatif baik, kata Egorov, tetapi arus jual tetap bisa menambah tekanan harga.
“Mekanisme pasar juga ikut berperan, yakni diskon pada aset staked ETH bisa menarik arbitrase. Namun efek sampingnya bisa mendorong exit queue naik karena posisi arbitrase dan perputaran likuiditas menciptakan friksi tambahan,” kata Egorov.

