Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menghadapi pertanyaan yang tidak biasa di Capitol Hill pada hari Rabu. Anggota DPR Brad Sherman (D-CA) mendesaknya tentang kemungkinan pemerintah federal turun tangan untuk “menyelamatkan Bitcoin” saat terjadi penurunan harga.
Hal ini terjadi ketika Bitcoin dan pasar aset kripto secara keseluruhan mengalami penurunan, di mana aset kripto pionir tersebut turun lebih dari 40% dari harga tertinggi sepanjang masa (ATH) dan hampir 30% dari puncak tahun 2026.
Pembahasan ini, yang merupakan bagian dari sidang di depan Komite Jasa Keuangan DPR AS, menyoroti sifat terdesentralisasi Bitcoin sekaligus keterbatasan otoritas keuangan AS dalam menstabilkan aset kripto.
Bessent sempat diam sebelum meminta penjelasan: “Apa sebenarnya maksud ‘bailout Bitcoin’ itu?” Sherman lalu menjelaskan, apakah Departemen Keuangan bisa memerintahkan bank-bank AS untuk membeli Bitcoin atau menggunakan dana wajib pajak guna mendukung harga Bitcoin.
Memang, aset kripto pionir ini memerlukan penyelamatan, karena turun hampir 45% dari ATH di US$126.199 di exchange Binance dan hampir 30% dari rekor 2026 di US$97.924.
Jawaban dari Menteri ini secara efektif menegaskan bahwa tidak ada jaring pengaman federal bagi investor Bitcoin. Ini juga menegaskan status Bitcoin sebagai aset yang sepenuhnya terdesentralisasi dan bebas dari campur tangan pemerintah.
Pengingat ini sepertinya juga berkontribusi pada penurunan harga Bitcoin sebesar 3% secara intraday pada hari Rabu, meskipun pelemahan pasar secara lebih luas juga menjadi penyebabnya.
Meski tanpa bailout, Bessent menyoroti bentuk eksposur pemerintah lain terhadap kripto: kepemilikan Bitcoin hasil sitaan.
Departemen Keuangan tetap menyimpan sebagian Bitcoin yang disita lewat aksi penegakan hukum, di mana sebagian nilainya telah naik tajam seiring waktu.
Sidang tersebut juga berubah menjadi tontonan yang lebih luas, memperlihatkan persilangan yang tidak biasa antara kripto, politik, dan kebijakan.
Beberapa saat kemudian, Anggota DPR Demokrat Gregory Meeks (D-NY) mempertanyakan Bessent apakah Office of the Comptroller of the Currency (OCC) akan menahan pemberian izin bank kepada perusahaan kripto yang terkait Trump di tengah penyelidikan yang sedang berlangsung.
Pertanyaan tersebut langsung berubah menjadi konfrontasi pribadi, di mana Meeks menuduh Bessent melakukan favoritisme politik dan pimpinan komite turun tangan untuk menenangkan suasana.
Pembicaraan yang penuh drama ini memperlihatkan tantangan yang dihadapi para pembuat undang-undang saat membahas kripto dalam kerangka regulasi tradisional.
Sementara lembaga keuangan konvensional memiliki akses ke bailout federal saat terjadi krisis, Bitcoin beroperasi secara independen dari kendali pemerintah. Artinya, investor harus menanggung sepenuhnya risiko volatilitas harga.
Sidang ini juga membahas strategi Departemen Keuangan untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih luas. Bessent mengunggulkan agenda “kesejahteraan paralel” Presiden Donald Trump, dengan menekankan kebijakan yang mendorong pertumbuhan simultan di Wall Street dan Main Street.
Ia juga membela kebijakan tarif pemerintahan dan menegaskan kembali dukungan terhadap kekuatan dolar AS, seraya menyoroti kekhawatiran yang masih ada terkait penilaian mata uang.
Ada pesan tersendiri bagi pasar aset kripto di balik kesaksian Bessent. Bitcoin, meskipun kini makin diadopsi institusi, tetap kebal dari jaminan pemerintah.
Pasar bisa saja terus mengalami gejolak tajam tanpa adanya bantuan dari otoritas AS. Kenyataan ini mencerminkan perbedaan mendasar antara aset digital terdesentralisasi dan instrumen TradFi.

