Harga Ethereum masih tertekan di awal Februari karena momentum jual meningkat, baik di indikator on-chain maupun teknikal. Token ini telah turun menembus level support kunci setelah konfirmasi breakdown pada chart, sementara data baru menunjukkan holder besar dan investor jangka panjang mulai mengurangi eksposur.
Dengan Vitalik Buterin yang menjual ETH dan akumulasi melambat, zona US$1.800 sekarang muncul sebagai risiko penurunan penting dalam waktu dekat.
Penurunan terbaru Ethereum makin cepat setelah terjadi breakdown teknikal yang jelas pada 3 Februari.
Pada chart harian, ETH membentuk pola head-and-shoulders yang terbentuk sejak pertengahan November. Saat harga ETH gagal bertahan di atas neckline dan menembus ke bawah pada 3 Februari, pola bearish ini pun terkonfirmasi.
Ingin insight token seperti ini? Langganan Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.
Pola head-and-shoulders biasanya menandakan perubahan tren. Target penurunan dihitung dengan mengukur tinggi pola yang kemudian diterapkan di bawah neckline. Untuk Ethereum, hal ini mengarah ke zona US$1.820.
Kira-kira pada waktu yang sama, data on-chain menunjukkan Vitalik Buterin mulai menjual ETH.
Dalam tiga hari terakhir, Vitalik menjual sekitar 2.961 ETH senilai kurang lebih US$6,6 juta dengan harga rata-rata sekitar US$2.228. Aksi jual ini dimulai saat Ethereum mulai kehilangan support teknikal dan berlanjut hingga breakdown.
Waktu penjualan ini sangat penting. Ketika sosok besar di ekosistem mengurangi kepemilikan saat breakdown chart, biasanya kepercayaan pasar kian melemah. Alih-alih menstabilkan sentimen, penjualan oleh Vitalik justru memperkuat sinyal bearish dari aksi harga.
Akibatnya, breakdown teknikal dan aksi jual profil tinggi bersamaan menandai 3 Februari sebagai titik balik besar bagi Ethereum.
Setelah breakdown dan penjualan Vitalik, holder besar dan jangka panjang juga mulai mengubah perilaku mereka.
Data memperlihatkan bahwa whale Ethereum, di luar wallet exchange, secara signifikan meningkatkan kepemilikan antara 2 dan 3 Februari saat mencoba beli di harga bawah. Tapi, setelah harga gagal pulih, akumulasi ini langsung berbalik.
Pada 3 Februari, kepemilikan whale berada di sekitar 13,93 juta ETH. Saat ini jumlah itu turun menjadi sekitar 13,79 juta ETH, penurunan sekitar 140.000 ETH yang bernilai lebih dari US$290 juta. Penurunan ini mengindikasikan distribusi hati-hati dibandingkan pembelian jangka panjang dengan keyakinan tinggi.
Pada saat yang sama, holder jangka panjang juga mulai menjual.
Hodler Net Position Change melacak pergerakan bersih ETH yang dipegang wallet yang tidak memindahkan koin selama lebih dari 155 hari. Wallet ini dianggap sebagai investor jangka panjang. Angka positif menandakan akumulasi, sedangkan nilai negatif menunjukkan aksi jual bersih.
Sejak akhir Desember, metrik ini tetap positif, artinya holder jangka panjang terus menambah posisi. namun, pada 3 dan 4 Februari, angkanya menjadi negatif untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu.
Bacaan terbaru menunjukkan aksi jual bersih sekitar 10.681 ETH. Perubahan ini menunjukkan bahwa bahkan investor yang sabar pun mulai memangkas eksposur setelah breakdown terjadi.
Semua sinyal ini menunjukkan urutan yang jelas. Vitalik mengurangi kepemilikan, struktur chart gagal bertahan, whale mulai menjual, dan holder jangka panjang ikut melepas, semuanya hampir bersamaan. Pergeseran terkoordinasi ini menandakan melemahnya keyakinan di berbagai kelompok investor.
Ketika whale serta holder kompak mundur secara bersamaan, biasanya risiko penurunan akan meningkat.
Data suplai on-chain kini membantu menjelaskan di mana Ethereum mungkin menemukan support utama berikutnya.
Distribusi Harga Realisasi UTXO (UTXO Realized Price Distribution / URPD) menunjukkan di mana pasokan ETH saat ini terakhir berpindah di chain. Awalnya, metrik ini memang dibuat untuk blockchain berbasis UTXO seperti Bitcoin, namun Glassnode kini telah menggeneralisasinya untuk jaringan berbasis akun seperti Ethereum.
Setiap bar menunjukan berapa banyak ETH terakhir berpindah tangan dalam rentang harga tertentu. Klaster besar biasanya berperan sebagai support atau resistance karena banyak holder memiliki harga belinya di zona tersebut.
Data saat ini menunjukkan salah satu klaster pasokan terkuat berada di kisaran US$1.880. Sekitar 2% dari ETH yang beredar terakhir berpindah dalam rentang harga ini, sehingga menjadi area support psikologis dan struktural yang penting.
Hal ini sangat dekat dengan proyeksi teknikal dari pola head-and-shoulders, yang mengarah ke US$1.820.
Ethereum telah kehilangan level support di US$2.270. Dengan harga kini berada di sekitar US$2.090, ujian besar berikutnya ada di antara US$1.880 (menurut klaster on-chain) dan US$1.820.
Jika zona ini gagal dipertahankan, target penurunan ETH berikutnya nampaknya berada di kisaran US$1.560 mengacu pada ekstensi Fibonacci ke bawah.
Untuk sisi atasnya, pola bearish akan mulai melemah hanya jika Ethereum mampu merebut kembali US$2.270 dan kemudian US$2.700, lalu bertahan di atas level tersebut pada timeframe harian. Tanpa pemulihan tersebut, semua kenaikan harga Ethereum kemungkinan akan mendapat tekanan jual.

