Cryptoharian – Dalam beberapa waktu terakhir, sektor DeFi kembali menarik perhatian di pasar kripto. Salah satu faktor pendorongnya adalah pertumbuhan Total Value Locked (TVL) pada jaringan Base yang meningkat signifikan, sehingga membuka ruang bagi beberapa proyek baru, termasuk DEX dan protokol derivatif.
JIka sebelumnya DeFi dikenal sebagai ekosistem yang sangat eksperimental, kini arahnya mulai bergeser ke pengembangan infrastruktur yang lebih stabil dan berorientasi pada kebutuhan pengguna nyata.
Apa itu BasePerp?
BasePerp adalah decentralized exchange berbasis perpetual (Perp DEX) yang dibangun di jaringan Base. Platform ini dirancang untuk memberikan pengalaman trading yang lebih efisien, dengan eksekusi cepat dan pendekatan likuiditas yang lebih transparan dibandingkan beberapa model sebelumnya.
Salah satu poin yang cukup diperhatikan adalah tidak adanya biaya awal saat membuka posisi, yang sering kali menjadi hambatan bagi trader di platform lain. Selain itu, proyek ini juga telah menjalani audit smart contract oleh Hacken dan Coinsult, dan memberikan gambaran awal terkait spek keamanannya.
Saat ini, BasePerp sedang berada dalam fase ICO untuk token utilitasnya, yakni BPERP.
ICO dan Token BPERP
Presale BPERP masih berlangsung dan telah mengumpulkan dana lebih dari US$ 1,1 juta. Harga token ini berada di kisaran US$ 0,01003, dengan mekanisme kenaikan bertahap di tiap ronde penjualan.
Model seperti ini umumnya ditujukan untuk memberi insentif bagi partisipan awal, meskipun tetap penting untuk diingat bahwa investasi di tahap ini memiliki risiko yang tidak kecil.
Proses pembelian sendiri relatif sederhana, cukup menggunakan wallet berbasis EVM seperti MetaMask atau Phantom, lalu melakukan pembelian melalui situs resmi proyek. BasePerp juga membuka akses lintas jaringan, sehingga pengguna dari berbagai ekosistem bisa ikut berpartisipasi.
Struktur Token dan Distribusi
Total suplai BPERP dtetapkan sebesar 6,4 miliar token. Sebagian dialokasikan untuk penjualan publik, sementara sisanya didistribusikan untuk kebutuhan seperti likuiditas, pengembangan tim, pertumbuhan ekosistem, serta insentif komunitas.
Token yang didapat dari ICO tidak langsung sepenuhnya cair. Sebagian kecil dibuka saat TGE, sementara sisanya didistribusikan secara bertahap selama kurang lebih satu tahun. Pendekatan ini umumnya digunakan untuk mengurangi tekanan jual di awal sekaligus menjaga stabilitas pasar.
Tahap Pengembangan Saat Ini
Saat ini, BasePerp berapa dalam fase closed testing di awal tahun 2026. Pada tahap ini, tim fokus menguji performa sistem dengan kelompok pengguna terbatas, memastikan fungsi trading berjalan dengan baik, serta mengumpulkan masukan untuk penyempurnaan tampilan dan pengalaman pengguna.
Fase ini juga menjadi bagian penting untuk memastikan platform cukup stabil dan aman sebelum dirilis secara publik.
Penyelesaian Masalah
Salah satu tantangan utama pada banyak Perp DEX adalah ketidaksesuaian harga saat eksekusi order, terutama ketika terjadi lonjakan likuiditas. Trader sering kali baru menyadari selisih harga setelah transaksi selesai.
Selain itu, struktur biaya yang terdiri dari berbagai komponen sering membuat total biaya trading sulit dipahami sejak awal. Di sisi lain, likuiditas yang tersebar di banyak juga menambah kompleksitas, di terutama bagi penyedia likuiditas yang ingin melakukan hedging.
BasePerp mencoba mengatasi hal-hal tersebut dengan pendekatan yang lebih sederhana dan transparan, meskipun efektivitasnya tentu baru bisa dinilai setelah platform digunakan secara luas.
Untuk informasi lengkap terkait ICO dan proyeknya, dapat dikunjungi di https://baseperp.org/
Note: Bukan Nasihat Finansial

